Universitas Panji Sakti - Buleleng | Jl. Bisma No. 22 Singaraja Bali | info@unipas.ac.id | (0362) 23 588
HomeAgendaAksi Damai BEM Universitas Panji Sakti terkait beberapa Rancangan Undang-Undang

Aksi Damai BEM Universitas Panji Sakti terkait beberapa Rancangan Undang-Undang

Aksi Damai BEM Universitas Panji Sakti terkait beberapa Rancangan Undang-Undang

Pada hari Senin, tanggal 30 September 2019 bertempat di Podium Terbuka Universitas Panji Sakti, BEM Universitas Panji Sakti melaksanakan Aksi Damai merespon adanya pro-kontra masyarakat terkait dengan beberapa Rancangan Undang-Undang, yaitu RKUHP, RUU Pemasyarakatan, RUU Agraria, RUU PKS dan lainnya. Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Univeristas Panji Sakti mewakili Rektor, Wakil Rektor I, Dekan FH dan Dekan FISIPOL. Aksi diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, kemudian diikuti dengan penyampaian Wakil Rektor III membuka kegiatan dan sekaligus memberikan ruang yang sangat luas kepada mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya tentu dengan cara-cara yang baik dan bermartabat. Selanjutnya diikuti dengan orasi beberapa mahasiswa dan puncak acara adalah penyampaian Pernyataan Sikap yang diucapkan Ketua BEM Universitas Panji Sakti mewakili seluruh elemen mahasiswa yang ada di Universitas Panji Sakti. Pernyataan sikap tersebut isinya sebagai berikut:

MENYIKAPI AKSI-AKSI DEMO YANG MENGATASNAMAKAN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA SELURUH INDONESIA (BEM SI), MAKA KAMI BEM UNIVERSITAS PANJI SAKTI MENYATAKAN SIKAP:

  1. Kami BEM Universitas Panji Sakti tidak pernah ikut dan diikutkan dalam kegiatan-kegiatan Aksi Demo yang mengatasnamakan BEM SI.
  2. Kami BEM Universitas Panji Sakti mendukung penundaan Pengesahan Rancangan KUHP dan rancangan undang-undang lainnya serta perlu dilakukan pengkajian yang lebih mendalam dengan melibatkan seluruh komponen dan mendengarkan aspirasi masyarakat.
  3. Dalam mewujudkan dukungan tersebut, kami BEM Universitas Panji Sakti melakukan upaya-upaya yang lebih konstruktif dan efektif dengan melakukan diskusi-diskusi dan hasilnya akan dituangkan dalam bentuk rekomendasi perbaikan materi RKUHP dan lainnya
  4. Kami BEM Universitas Panji Sakti menentang keras aksi-aksi demo yang dilakukan secara anarkis dan merusak, sehingga merugikan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara.
  5. Kami BEM Universitas Panji Sakti mengimbau kepada teman-teman mahasiswa jika melakukan aksi demo hendaknya dilakukan secara damai, bermartabat serta tetap menjaga kehormatan kita sebagai insan intelektual.
  6. Kami BEM Universitas Panji Sakti mengimbau kepada semua pihak agar tetap menjaga keamanan dan kenyamanan dalam masyarakat, sehingga masyarakat dapat beraktifitas seperti mana biasa.
  7. Kami BEM Universitas Panji Sakti mengimbau kepada aparat kepolisian untuk bertindak tegas terhadap semua pelanggaran dan tindakan-tindakan yang menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Akhir kata mari kita jaga keamanan, kenyamanan dan keutuhan NKRI

SALAM MAHASISWA, SALAM KEADILAN

Dekan Fakultas Hukum Universitas Panji Sakti juga berkesempatan berorasi dan mengapresiasi aksi damai yang dilakukan BEM Universitas Panji Sakti. Ini suatu pertanda bahwa elemen mahasiswa Universitas Panji Sakti tidak diam dalam menyikapi permasalahan-permasalahan yang terjadi disekitarnya. Lembaga sudah memberikan ruang yang sangat luas kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasinya membela kepentingan-kepentingan masyarakat. tidak boleh ada upaya-upaya yang membungkam kebebasan mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan berserikat karena itu merupakan hak yang dilindungi oleh undang-undang. Bahkan tidak hanya hak, tetapi merupakan kewajiban sebagain insan intelektual untuk menyuarakan aspirasi membela kepentingan-kepentingan masyarakat. Tetapi hendaknya kebebasan itu dipergunakan dengan cara-cara yang baik, tidak anarkis dan merusak. Lembaga Perguruan Tinggi tentu sangat menyayangkan jika mahasiswa menyampaikan aspirasinya dengan cara-cara anarkis dan merusak apalagi saling bermusuhan antar sesama anak bangsa. Mahasiswa harus mampu menunjukkan diri sebagai insan yang bermartabat dan intelek dalam setiap ucapan dan perbuatan yang dilakukan.

Terkait dengan aksi damai ini, Dekan FH mengajak mahasiswa tidak hanya berhenti sampai disana tetapi agar dilanjutkan aksi-aksi ini dengan langkah-langkah yang lebih konstruktif melalui diskusi-diskusi sehingga dapat membuat solusi yang konkrit berupa masukan dan saran tentang perbaikan materi dalam beberapa rancangan undang-undang tersebut. Ciri seorang insan intelektual adalah berani menyalahkan harus mampu menyiapkan solusi.

Dalam kesempatan yang sama, Dekan FH menyampaikan bahwa terkait dengan RUU Pemasyarakatan sudah dilakukan FGD dengan Kementerian Hukum dan HAM Bali dengan melibatkan seluruh pimpinan Pemasyarakatan yang ada di Bali, yang hasilnya berupa rekomendasi. Hal yang sama juga diharapkan terjadi pada RUU yang lain terutama RKUHP yang sudah lama diidam-idamkan masyarakat Indonesia.

 

 

 

 

Share With:
shares